Dalam menjalankan aktifitas bisnisnya sebagai perusahaan pembiayaan, Perusahaan memandang penting pengelolaan risiko. Dalam rangka pengendalian risiko, Perusahaan menerapkan Prinsip three line of defence. Dimana pertahanan tahap yang pertama berada pada Satuan Kerja Bisnis, menjadi garis terdepan yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi risiko sejak awal dan melakukan mitigasi atas risiko yang ada. Pada pertahanan kedua ada Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Kepatuhan yang berfungsi untuk merumuskan kebijakan dan melaksanakan proses pencegahan dan pengendalian risiko. Pertahanan ketiga ada Satuan Kerja Audit Internal sebagai lini ketiga yang berperan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan operasional dan aktivitas bisnis Perusahaan. 

Selain itu Perusahaan juga melakukan penilaian sendiri serta pengawasan risiko secara berkelanjutan menjalankan peninjauan terhadap kebijakan-kebijakan manajemen risiko yang dimiliki dengan mempertimbangkan perubahan regulasi, kondisi pasar, dan lingkungan bisnis, serta kemudian melakukan pembaharuan bila dibutuhkan.

Bagikan ke
close
Thanks !

Thanks for sharing this, you are awesome !