Corporate Governance

Corporate Ethic Code

TANGGUNG  JAWAB 

a. Tanggung jawab kepada SHF

1. Para karyawan bertanggung-jawab atas pelaksanaan dan penegakan standar/norma etika, termasuk melaksanakan kebijakan akuntansi yang wajar dan pengawasan akuntansi intern. Identifikasi dini terhadap masalah-masalah etika yang mungkin timbul berikut penyelesaiannya.

2. Kebijakan untuk membunyikan peluit (whistle blower);

    Jika mencurigai akan kemungkinan timbulnya suatu pelanggaran terhadap suatu undang-undang, peraturan, Kode Etik, Pedoman Tingkah Laku atau kebijakan SHF tanpa adanya persetujuan yang benar, atau jika percaya bahwa kita diminta untuk melakukan suatu tindakan yang tidak wajar atau melawan hukum, atau jika mempunyai pertanyaan tentang cara terbaik untuk mengambil tindakan dalam situasi khusus, maka harus dengan cepat menghubungi salah satu dari yang berikut ini :

a. Atasan anda

b. Pimpinan Unit Kerja Sumber Daya Manusia

c.  Pejabat Unit Kerja Kepatuhan

d. Pejabat Unit Kerja Legal

e. Pimpinan Satuan Kerja Audit Intern

f.  Direktur Kepatuhan, atau

g. Direktur lainnya.

 

Disamping itu, semua wajib pula untuk segera melaporkan jika ada; kecurigaan terjadinya transaksi “orang dalam”, penggelapan atau percobaan melakukan penggelapan atau ada dana yang hilang secara misterius.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghubungi salah satu dari orang-orang tersebut di atas. Gunakan pertimbangan yang wajar jika ada sesuatu yang sepertinya tidak sesuai dengan standar etika atau tidak patut karena  kemungkinan yang tidak sesuai tersebut adalah memang demikian adanya.

SHF melarang tindakan pembalasan dendam terhadap karyawan karena telah mengungkapkan kecurigaannya atau mengajukan pertanyaan berkenaan dengan hal yang dicurigai atau  melaporkan pelanggaran. Dalam mengungkapkan kecurigaan dan atau melaporkan pelanggaran,  jika dikehendaki yang bersangkutan dapat memilih untuk tidak mencantumkan namanya. SHF telah mengeluarkan "Whistle Blowing Policies/Kebijakan membunyikan peluit” yang wajib dipahami dan dipatuhi.

 

3. Wajib mengenali, mengangkat dan menyelesaikan masalah-masalah etika dengan segera.

4. Tidak boleh menggunakan harta dan kekayaan perusahaan (fisik dan intelektual)  kepentingan pribadi.

5.Wajib memelihara catatan/data/informasi perusahaan secara cermat dan menyimpannya/administrasikan sesuai dengan hukum.

 

b. Tanggungjawab Tiap Individu

Para karyawan bertanggungjawab untuk menegakkan Pedoman Tingkah Laku ini. Semua pimpinan dianggap bertanggungjawab atas pelaksanaan Kode Etik dan Pedoman Tingkah Laku ini dalam unit kerjanya masing-masing.

Tiap individu bertanggungjawab dalam melakukan kepatuhan atas Pedoman Tingkah Laku sepert untuk hal berikut ini :

1. Melindungi aset/harta Perusahaan

Perlindungan aset SHF dan para nasabahnya baik yang berwujud maupun tidak berwujud yang berada di bawah pemilikan masing-masing karyawan merupakan tanggungjawab pribadi. Aset Perusahaan seperti uang tunai, rencana usaha, informasi tentang nasabah, kekayaan intelektual (program/aplikasi/sistem komputer dsb.), aset fisik dan jasa tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan pribadi kecuali jika diizinkan oleh SHF. Penyalahgunaan, kesembronoan atau pemborosan berkenaan dengan aset perusahaan merupakan pelanggaran kewajiban seluruh karyawan kepada SHF. Sistem komunikasi milik Perusahaan seperti telepon, fax dan e-mail/internet terutama dipergunakan untuk tujuan bisnis (bukan pribadi). Komunikasi pribadi yang mempergunakan sistem ini harus dilakukan pada tingkat terendah (seperlunya saja).

2. Ketelitian Pencatatan dan Pelaporan Perusahaan

Catatan, data dan informasi yang dimiliki, dipergunakan dan dikelola oleh SHF harus terperinci, teliti dan lengkap. Semua bertanggungjawab atas kebenaran informasi, laporan dan catatan yang berada di bawah pengawasan masing-masing.

Pencatatan wajib diselenggarakan dengan cukup terinci serta dapat mencerminkan secara teliti atas setiap transaksi perusahaan. Catatan, dokumen serta laporan harus disimpan/diadministrasikan sesuai dengan hukum serta peraturan yang berlaku dan/atau sesuai dengan kebijakan SHF.

Membuat pernyataan palsu atau menyesatkan kepada seseorang, termasuk kepada auditor internal atau eksternal, pengacara SHF, para karyawan SHF lainnya, regulator atau instansi berwenang merupakan tindak pidana yang dapat mengakibatkan tindakan hukum yang sangat berat. Tidak diperkenankan untuk menyembunyikan atau gagal menyampaikan informasi yang teliti dan lengkap yang harus diajukan untuk mendapat perhatian dari  tingkat manajemen yang lebih tinggi.

 

c. Tanggung-jawab ditempat kerja

1.   Tenaga kerja dan diskriminasi

SHF menggunakan tenaga kerja secara adil dan menentang tiap jenis diskriminasi. Menghormati hak-hak asasi manusia dan akan mengambil tindakan tegas untuk menjamin kesempatan yang sama bagi karyawan pada waktu diperkerjakan untuk menjamin lingkungan usaha bebas dari diskriminasi.

SHF merekrut, mengembangkan dan mempertahankan orang-orang yang  berbakat dan berprestasi tanpa membedakan ras, asal-usul kebangsaan, gender atau agama.

 

2. Keselamatan dan kesehatan

Untuk memenuhi tanggung jawab kepada karyawan, nasabah, atau investor, maka SHF wajib memelihara dan menjaga lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Keselamatan orang di lingkungan kerja merupakan hal yang menjadi perhatian utama dari SHF dan masing-masing harus mematuhi semua kebijakan yang berlaku mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.

Seluruh karyawan wajib menjaga keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, bebas dari narkoba, alkohol serta tiap jenis pelecehan serta intimidasi terhadap para karyawan. Dilarang menyalahgunakan zat-zat yang diawasi atau menjual, membuat, menyalurkan, memiliki, mempergunakan, atau berada dibawah pengaruh obat-obat terlarang (narkoba) di tempat kerja.

Minum minuman keras ditempat kerja dapat menimbulkan banyak dampak yang merugikan, termasuk penurunan prestasi kerja dan mengurangi tingkat keselamatan rekan-rekan sekerja atau nasabah. Oleh karena itu SHF melarang minum minuman keras selama bekerja di atas atau dekat barang/harta milik perusahaan. Selain itu karyawan dilarang memiliki senjata api atau senjata berbahaya lain pada jam kerja, kecuali apabila diperlukan sebagai bagian dari pekerjaannya dan telah disetujui oleh SHF.

3. Pelecehan dan intimidasi.

Tiap jenis pelecehan dapat disebutkan sebagai tidak beretika, tidak profesional atau tidak bermartabat. SHF melarang setiap jenis pelecehan atau intimidasi.

Hindari komunikasi tertulis atau lisan di dalam kantor atau dengan orang-orang di luar kantor yang memuat pernyataan atau materi yang menyakitkan hati orang lain. Jangan  pernah menggunakan sistem/jaringan komunikasi milik perusahaan untuk mengirim atau menerima gambar elektronik atau teks yang memuat hinaan etnis atau apa saja yang dapat ditafsirkan sebagai pelecehan, menyakitkan hati atau menghina orang lain.

Jika merasa telah menjadi korban pelecehan atau jika menyaksikan atau menerima pengaduan adanya tindak pelecehan, maka hal tersebut  harus dilaporkan kepada atasan masing-masing atau kepada Pimpinan Unit Kerja Sumber Daya Manusia.

Saling menghormati, saling menghargai dan saling membutuhkan adalah prinsip-prinsip yang mendasari kerjasama seluruh anggota keluarga besar SHF. Sifat dapat dipercaya dan sifat mendengarkan kata hati adalah hal yang paling penting dalam interaksi diantara para karyawan.